Selamat hari AIDS sedunia!
Yupz, tanggal 1 Desember ditetapkan sebagai hari AIDS sedunia, tapi kalian pernah nggak sih Bertanya- Tanya,
Kok penyakit dirayain sih? bukanya itu penyakit berbahaya?
Actually, itu bukan perayaan gais tapi, tanggal 1 desember itu lebih ke peringatan yang tujuanya itu membangun kesadaran masyarakat bahwa AIDS sebagai salah satu ancaman yang berbahaya. Eits tapi jangan keliru bagi yg sudah mengidap atau biasa disebut ODHA juga harus diberikan tempat dan waktu melanjutkan hidupnya.. bukan untuk di diskriminasi "Jauhi penyakitnya ya gais , Bukan orangnya"
Nah, Bertepatan pada hari AIDS sedunia, pada 1 Desember 2017, aku mau berbagi sedikit pengetahuan aku setelah mengikuti "Workshop Blogger #SayaBeraniSayaSehat dalam Rangka hari AIDS sedunia 2017". Ada beberapa point- point penting yang akan aku sampein di rumah bagi tulisan aku ini hehehe.
POINT #1: Apa itu HIV? Apakah sama dengan AIDS?
Oke, di poin pertama ini aku mau membahas tentang definisi HIV dan AIDS itu sendiri. Hal ini perlu dibahas soalnya ini juga menjadi pertanyaan aku pada saat mengikuti workshop pada saat itu, dan ada aja orang yang masih salah kaprah tentang pengertian HIV dan AIDS. Ada yang menganggap HIV itu sama dengan AIDS. Wah ternyata masih banyak yang keliru nih, yuk kita bahas satu2 :
HIV adalah sebuah virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia. Jadi, orang yang mengidap HIV adalah orang yang terinfeksi Virus Imunodifiensi Manusia (HIV). Virus HIV yang masuk ke tubuh akan menyerang helper T cell pada manusia dan menjadikan sel tersebut sebagai sarana virus menggandakan diri.
Terus.....
kayak apasih gejalanya seseorang yang terinfeksi virus HIV?
Gini, dalam waktu 6 bulan seseorang terinfeksi HIV, tubuh orang tersebut akan memproduksi antibodi sebagai bentuk respon terhadap infeksi. Nah, tes yang sering digunakan adalah tes darah untuk mengecek keberadaan si antibodi HIV yang diproduksi manusia untuk melawan virus nya. Jadi kalau dalam darah seseorang terdapat antibodi HIV, ya berarti orang tersebut terinfeksi HIV.orang yang udah terinfeksi HIV bakal menghasilkan hasil negatif saat tes darah karena memang si antibodi HIV yang merupakan salah satutolak ukur keberadaan HIV belum terbentuk.
Terus.....
kayak apasih gejalanya seseorang yang terinfeksi virus HIV?
Gini, dalam waktu 6 bulan seseorang terinfeksi HIV, tubuh orang tersebut akan memproduksi antibodi sebagai bentuk respon terhadap infeksi. Nah, tes yang sering digunakan adalah tes darah untuk mengecek keberadaan si antibodi HIV yang diproduksi manusia untuk melawan virus nya. Jadi kalau dalam darah seseorang terdapat antibodi HIV, ya berarti orang tersebut terinfeksi HIV.orang yang udah terinfeksi HIV bakal menghasilkan hasil negatif saat tes darah karena memang si antibodi HIV yang merupakan salah satutolak ukur keberadaan HIV belum terbentuk.
AIDS Berbeda dengan HIV, AIDS adalah gejala yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat terinfeksi virus HIV. Jadi, orang yang mengidap AIDS adalah orang yang sudah dalam KONDISI mengalami penurunan kekebalan tubuh akibat infeksi virus HIV. Sampai pada akhirnya penurunan kekebalan tubuh tersebut menunjukan beberapa gejala dan infeksi lain.
POINT #2 : Kekeliruan Penularan HIV bisa melalui udara, bersentuhan, air liur, & gigitan nyamuk.
Dapatkah penularan HIV melalui udara?
Ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam meluruskan kekeliruan apakah AIDS bisa menular lewat udara atau tidak, gais
Virus HIV merupakan salah satu jenis virus yang ndak dapat bertahan ketika berada di luar manusia. nah fix deh tuh berarti rumor yang beredar dimasyarakat salah,
terus....
Penularan virus HIV melalui udara juga mustahil untuk terjadi karena udara ndak mungkin mampu untuk membawa virus ini.
Benarkah HIV menyebar lewat sentuhan?
virus HIV ndak ditularkan oleh kontak sehari-hari dalam kegiatan sosial, di sekolah, ataupun di tempat kerja. kita ndk dapat terinfeksi lantaran anda berjabat tangan, berpelukan, menggunakan toilet yang sama atau minum dari gelas yang sama dengan seseorang yang terinfeksi HIV, atau terpapar batuk atau bersin penyandang infeksi HIV.
Apakah gigitan nyamuk membawa risiko terinfeksi HIV?
Nih pertanyaan yang sering muncul di masyarakat, virus HIV tidak menyebar melalui gigitan nyamuk atau gigitan serangga. Bahkan kalo virus masuk ke dalam tubuh nyamuk atau serangga yang menggigit atau mengisap darah, virus itu ndak dapat mereproduksi dirinya dalam tubuh serangga. jadi serangga ndak dapat terinfeksi HIV, dan serangga ndak dapat menularkannya ke tubuh manusia yang mereka gigit.
Dengan demikian ndak ada alasan bagi kita untuk mendiskriminasi pasien penyakit HIV/AIDS dengan mengurungnya di dalam suatu ruangan atau menjauhkannya dari kehidupan bermasyarakat hanya karena takut akan penularan HIV melalui udara, kontak social dan gigitan nyamuk dengan orang tersebut. jadi ini HOAX ya gais...
POINT#3 : Bagaimana cara melindungi diri sendiri dari penularan HIV?
Hindari alkohol dan obat-obatan terlarang
Berhenti mabok-dan dan ngekonsumsi obat-obatan terlarang ya. lyke,via suntikan juga dapat menyebabkan Anda terkena HIV dengan angka paparan yang lebih tinggi.
Lakukan hubungan seks yang aman
Biasakan hubungan seks yang aman, yaitu dengan menggunakan kondom. Jika Anda melakukan seks dengan seseorang yang memiliki HIV, penting untuk melakukan hubungan seks yang aman dan pemeriksaan HIV secara rutin.
Jangan pernah berbagi jarum atau alat suntik
Nih penting "Jarum dan alat suntik dengan mudah membawa HIV dari satu orang ke orang lain. Jangan pernah menggunakan obat dengan jarum dan jarum yang bukan berasal dari dokter".
Hindari menyentuh darah dan cairan tubuh orang lain
kita tidak pernah tahu siapa yang memiliki HIV, kemungkinan mereka juga ndak menyadari dirinya terinfeksi, jadi hindari menyentuh darah orang lain sebisa mungkin dan hindari kontak langsung dengan cairan tubuh lain yang dapat menyebarkan HIV, terutama jika Anda memiliki luka terbuka di bagian manapun di tubuh.
Yang pasti jangan lupa berolaraga dan hidup sehat ya gais <3
Nah, demikianlah sedikit cerita Aku terkait HIV, AIDS, ODHA, Semoga ini bisa bermanfaat buat pembaca untuk lebih memahami HIV/AIDS serta semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap virus ini. Seaku juga berharap tulisan ini bisa menambah wawasan masyarakat luas, agar kekeliruan persepsi terhadap HIV/AIDS yang kerap menimbulkan stigma negatif terhadap ODHA dapat dihilangkan. Sampai juga di tulisan berikutnya ya!
Ini cerita aku memperingati hari AIDS sedunia, mana ceritamu? hehe
